KKN-TI 2025 - Gonda Baru
Sorawolio, Kota Bau Bau | Lat: -5.4767, Lng: 122.7300
Informasi KKN-TI
Profil Desa Gonda Baru
Kelurahan Gonda Baru adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Wilayah ini awalnya terbentuk pada awal tahun 1970-an sebagai pemukiman hasil resettlement dari Lipu Mangau (Desa Gunung Sejuk). Seiring perkembangan wilayah, pada tahun 2003 statusnya resmi berubah dari desa menjadi kelurahan setelah terbentuknya Kota Baubau, dengan lurah pertama Mustari, SSTP, dan kini dipimpin oleh Syafrin, S.IP sejak tahun 2017. Kehidupan masyarakat Gonda Baru masih kental dengan nuansa pedesaan yang alami, udara sejuk, serta nilai gotong royong yang kuat, menjadikannya sebagai salah satu wilayah potensial untuk pembangunan berbasis pertanian, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Secara geografis, Kelurahan Gonda Baru terletak di jalur utama yang menghubungkan Kota Baubau dan Kabupaten Buton, dengan kantor kelurahan beralamat di Jl. Baubau–Pasarwajo, Sorawolio. Luas wilayahnya mencapai kurang lebih 37,09 hektar dengan topografi berbukit dan dataran subur yang banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Berdasarkan data Kampung KB, jumlah penduduk kelurahan ini sekitar 2.056 jiwa yang terbagi dalam ±561 kepala keluarga, dengan komposisi 1.036 laki-laki dan 1.020 perempuan. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, memanfaatkan tanah subur untuk tanaman pangan, sayur-mayur, tanaman hias, hingga obat-obatan tradisional yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga memiliki nilai jual untuk menopang ekonomi rumah tangga. Budaya dan adat istiadat masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Gonda Baru. Warga yang mayoritas berasal dari etnik Cia-Cia Laporo dikenal memegang teguh filosofi Antona Soronga, yang merupakan warisan dari Kesultanan Buton. Tradisi adat seperti mataa atau pesta kampung rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk syukur dan perekat sosial. Selain itu, terdapat lembaga adat Mancuana Popa’Ano yang berperan dalam menjaga moral masyarakat sekaligus melestarikan hutan Kaombo yang menjadi aset ekologis kelurahan. Inovasi pemberdayaan masyarakat juga berkembang pesat, khususnya melalui kegiatan TP-PKK, dengan program pemanfaatan pekarangan untuk kebun gizi, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga gerakan “zero sampah plastik.” Tidak hanya berfokus pada lingkungan, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi nyata, karena beberapa keluarga mampu mengembangkan usaha kecil dari hasil kebun dan tanaman hias. Dalam bidang pemerintahan dan pembangunan, Kelurahan Gonda Baru dipimpin oleh seorang lurah yang dibantu perangkat kelurahan, RT/RW, serta kelembagaan masyarakat seperti PKK dan karang taruna. Pemerintah kelurahan fokus pada perbaikan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan administrasi, serta sinergi dengan masyarakat dan pihak eksternal untuk mempercepat pembangunan. Program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) telah dijalankan untuk memperkuat legalitas lahan warga. Dari sisi prestasi, Gonda Baru telah tiga kali meraih penghargaan sebagai juara kebersihan, dan pada tahun 2024 terpilih sebagai wakil Kota Baubau dalam Lomba 10 Program Pokok PKK tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan dukungan penuh dari pemerintah kota, termasuk penyediaan media center oleh Diskominfo. Di balik itu, masih ada tantangan yang perlu diatasi, seperti kebutuhan akses jalan tani di beberapa titik wilayah, namun dengan kekuatan gotong royong dan semangat inovasi, masyarakat Gonda Baru optimis untuk terus berkembang.
Lingkup KKN-TI dan Program Kerja
Lingkup Penataan Kawasan Permukiman : Sebagian pemukiman yang berada pada posisi lebih rendah dibandingkan dengan jaringan jalan menimbulkan permasalahan tersendiri, terutama terkait dengan drainase dan sanitasi lingkungan.
Lingkup Sanitasi dan Persampahan : TPS-3R tidak berjalan optimal karena adanya keterbatasan sarana prasarana, tenaga kerja, serta sistem operasional yang kurang teratur sehingga pengolahan sampah tidak berfungsi sesuai tujuan mengurangi volume sampah ke TPA.
Lingkup Air Limbah : Penyumbatan drainase disebabkan oleh penumpukan sampah rumah tangga, sedimen, dan material lain yang tidak dibersihkan secara rutin. Selain itu, kondisi diperparah dengan tercemarnya air sungai oleh limbah buangan masyarakat, baik limbah rumah tangga maupun limbah domestik lainnya, yang dibuang langsung tanpa melalui proses pengolahan.
Lingkup Air Minum : Aliran air yang kurang atau bahkan tidak mengalir ketika banyak masyarakat menggunakannya menunjukkan adanya keterbatasan kapasitas jaringan distribusi air bersih. Hal ini biasanya disebabkan oleh keterbatasan debit sumber air, pipa distribusi yang tidak memadai, atau sistem pompa yang tidak berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara bersamaan.
Rekomendasi/Tindak Lanjut
Pelatihan kepada badan pengelola TPS-3R dan masyarakat terkaitbagaimana pengolahan sampahorganik, anorganik dan B3 untuk keberlanjutan jangka panjang.
Sosialisasi terkait pemilahan sampah dan bahaya membuang sampah sembarangan kepada masyarakat dan sekolah.
Pelatihan pengolahan dan pemilahan sampah anorganik.
Dokumentasi Foto KKN-TI (7 foto)
Focus Group Discussion
Pembersihan TPS3R
Pembersihan Drainase Bersama Masyarakat
Pengolahan Sampah Organik, Anorganik, dan Limbah B3
Sosialisasi Pemilahan dan Pengolahan Sampah
Pengangkutan Sampah Masyarakat kel. Gonda Baru
Ramah Tamah dan Pemberian Hadiah